Jumat, 06 November 2009

Cita - Cita Setinggi Gantungan Baju


Namaku yasir, tak ada motivasi sedikitpun dalam pikiran saya untuk mempromosikan diri, mempopulerkan diri ini, Percayalah, agar tak ada pikiran negatif di kepalamu saat membaca tulisan ini.Semakin anda memperbaiki gaya pikir anda,maka semakin manfaat tulisan ini jadinya. Maka mulailah membaca....
Saya memang bukan remaja lagi, namun masa masa remaja masih begitu lekat di kepalaku. Tentang kebiasaanku,tentang pekerjaanku,tentang hari hariku, Kisah cintaku, bahkan tentang cita citaku.Aku tak pernah mempunyai satu cita cita yg dapat aku yakini keabsahannya. Semua cita cita bagiku hanyalah keinginan pribadi yg tak seorangpun boleh tahu.agar mereka diam,dan takterlalu banyak membahas soal cita cita. Seperti saat bercita cita ingin menjadi ABRI(angkatan bersenjata republik indonesia) saat sekolah dasar, aku gunakan seluruh kemampuanku agar tampak gagah,dan tegas. Namun cita cita itu hanya bertahan selama enam tahun, karna orang tuaku menganggap bahwa lukisanku bagus. Setiap pelajaran menggambar, aku selalu kebagian nilai terbaik, maka ku putuskan untuk mengubah cita citaku menjadi pelukis. Setelah ku asah kemampuanku melukis sedangkan saat itu tak ada kertas gambar,lukisan yang seharusnya mendapat pujian oleh teman temanku itu hanya jadi bungkus ketela goreng karna di nilai biasa biasa aja, aku bergumam, temanku benar benar buta. huhh...kesal, tak ada yg istimewa katanya. Akupun tak henti hentinya belajar agar mendapat pengakuan. Agar aku di katakan pintar melukis. Namun tak ada sambutan istimewa.....hingga aku kelas 2 SMP di sekolah negeri 3 ponjong, Pak sahid memanggilku untuk mengikuti lomba adzan di sekolah, lalu Sampai di Kecamatan dan Alhamdulillah di kecamatan dapat juara 1. Berita bagusnya bahwa Pak sahid mengucapkan selamat atas kemananganku. Aku di ikutkan ke tingkat kabupaten dan aku kalah. Semua kemenanganku di beberapa perlombaan sementara terhapus dari memori ingatanku hanya garagara kekalahan ini. Aku sangat kecewa kepada dewan yuri yg tidak memenangkanku dengan alasan yg tak kuketahui. Namun aku yakin alasannya adalah suara saya tidak lebih bagus dari yg lain.kan lomba adzan. Selain itu aku tak menggunakan busana islami.
hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Aku menyadari bahwa menjadi pelukis itu tidaklah mudah harus bisa mengalahkan saingan saingan kawakan seperti afandi, maka aku merasa sangat tidak mungkin untuk itu. Maka akhirnya,,,ya betul seperti tebakan anda bahwa saya mengubah cita - citaku menjadi penyanyi. Suaraku bagus(pikirku),wajah juga tak jelek jelek amat,dan hobiku menyanyi luarbiasa. Sekali lagi luar biasa...kata temenku suaraku mirip Ebit.G ade.penyanyi legendaris yg terkenal lagu  Spiritual relijiusnya itu. yg terkenal dengan sya'ir romantis itu. Ya itu....
akupun meyakinkan diri untuk mempercayai cita cita ter akhir ini.aku merasakan kecocokan dalam diriku untuk menjadi seorang penyanyi. Selain banyak penggemar,banyak duwit,juga banyak temen.'benarkah?...lagian mesuk TV kan kebanggaan semua orang. Maka hari hariku hanya di isi dengan bayangan bayangan ketika menyanyi di panggung. Segala macam cara aku gunakan untuk menguatkan mental ini agar berani berdiri di panggung. Namun tak ada cara,,aku hanya mengerjakan pekerjaan yg tak berguna. Bahkan bayangan bayanganku ter isi dengan saat aku menyanyi dan ketakutan di Panggung. Padahal nyanyi saja belum,,,
Setelah akhir akhir ini media gencar memberitakan artis yang berbuat asusila, KDRT,terjerat Narkoba,...dan sederet ketidak samaan antara di layar dan di belakang layar maka kuputuskan dengan meyakinkan diri bahwa bercita cita menjadi artis merupakan cita cita yg tolol. Menjadi bagian dari mereka bagi saya merupakan Dosa. Entahlah....apa yang ada dalam pikiranku.

Setelah berbagai pencarian dan tak ku temukan maka aku menyadari,,,tak akan ku temukan,tak akan kutemukan!. Karena sebenarnya sesuatu yang aku cari adalah apa yang sudah ada di dalam diriku. Semuanya tak ada yang berhubungan dengan orang lain,,siapa aku,apa aku atu benar benar terserah aku bukan orang lain.lalu setelah itu apa yang ku perbuat??.
Aku pernah merasakan bagaimana kehilangan motivasi,merasakan saat saat hampa yang hampir saja takbertepi.....kelanjutanya besok ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar